Jumat, 13 September 2019

Rindu di Kejauhan

RINDU DI KEJAUHAN

      Di kala senja datang menghampiri. Cahaya redup lampu jalanan itu yang menemani. Melewati jalan setapak menyusuri gang menuju istana. Teringat akan bayang-bayang kerinduan. Kasih sayangnya begitu mendalam. Jika mengingatnya pun, hati terasa tercambuk-cambuk.
       Duniaku diselimuti awan kegelapan. Berharap ada lentera yang mau menerangi. Orang tuaku bercerai. Bencana besar menimpa keluargaku. Adik yang menjadi putri raja di istana kini sedang terbaring lemas. Kecelakaan besar menghampirinya. Matanya yang biasa memancarkan pelangi, kini digantikan oleh tetesan air mata. Tingkah kelucuannya pun musnah. Bagai diterpa angin topan. Maaf, aku tak dapat berkutik. Hanya kenangan indah dariku yang menemanimu. Aku akan pergi jauh.
           Tak ada kawan. Tak ada sahabat. Tak ada kasih sayang seorang Ibu. Malam ini ku di temani cahaya bulan purnama. Duduk termenung di teras. Membawa secangkir kopi hangat. Ku pegang pena dan secarik kertas. Ada sesuatu yang mengusik pikiranku. Ku coba melukiskan kata-kata itu. Namun hanya kata Rindu yang dapat terungkap dari hati ini. Rindu tatapan hangat seorang Ibu.




13 September 2019

0 komentar:

Posting Komentar