This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 29 Maret 2020

TUGAS PRAKTIKUM KOMUNIKASI BISNIS (WISATA RELIGI DESA BALUN LAMONGAN)

WISATA RELIGI DESA BALUN LAMONGAN

gambar masjid desa balun lamongan


gambar pura desa balun lamongan

gambar gereja desa balun lamongan

Wisata religi yang erat kaitannya dengan salah satu agama untuk dikunjungi dengan tujuan ziarah, berdoa, dan mendapatkan ketenangan rohani, kini juga bisa mencakup budaya serta keberagaman agama. Wisata religi yang berada di Desa Balun ini mengangkat tiga agama sekaligus yang tentunya memiliki festival agama yang berbeda pula. Wisata religi yang dimiliki oleh Desa Balun salah satunya adalah Makam Mbah Alun. Makam Mbah Alun sendiri memiliki sejarah yang dipercaya masyarakat dapat membawa berkah dan sampai sekarang masih ramai dikunjungi oleh warga lokal dan dari wisatawan asing. Ada pula pembangunan menara Masjid yang akan menjadi salah satu objek wisata religi baru di Desa Balun. Selain objek wisata, Desa Balun juga memiliki festival budaya dan keagamaan yang diikuti oleh seluruh warga Desa Balun tanpa melihat latar belakang agama. Hal ini membuat wisatawan menjadi tertarik dan ikut serta dalam kelangsungan festival di Balun.

Salah satu yang menjadi daya tarik terbesar pada suatu destinasi wisata adalah sebuah atraksi, baik itu berupa pertunjukan kesenian, rekreasi, atau penyajian suatu paket kebudayaan lokal yang khas dan dilestarikan. Atraksi dapat berupa keseluruhan aktifitas keseharian penduduk setempat beserta setting fisik lokasi desa yang memungkinkan berintegrasinya wisatawan sebagai partisipasi aktif seperti mengikuti Pawai Ogoh-Ogoh, ikut serta dalam malam Takbiran, dan Apel Pelangi Nusantara seperti yang ada di Desa Wisata Balun, melihat kegiatan budaya masyarakat setempat, dan lain-lain (Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, 2011: 13)
Brand memegang peranan penting dalam pemasaran destinasi pariwisata. Memiliki sebuah brand yang mampu merepresentasikan nilai, budaya, filosofi, harapan masyarakat atau stakeholder di dalam suatu destinasi tentunya akan sangat berpengaruh positif terhadap perkembangan pariwisata di destinasi tersebut. Dari evaluasi yang dilakukan oleh peserta kkn dengan warga beserta para koordinator desa, telah mencapai kesepakatan untuk menggunakan lambang Pancasila sebagai ikon desa balun.
Gambar Ikon desa Balun dokumentasi peneliti

Ikon ini mengandung arti persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia atau Bhinneka Tunggal Ika yang sesuai dengan realita kehidupan dari warga desa Balun. Selain itu terdapat tiang yang membentuk dua buah tangan yang berada dibawah lambang Pancasila. Arti dari kedua tangan tersebut adalah memeluk atau menjunjung tinggi Pancasila. Jika kedua lambang tersebut disatukan, maka ikon ini memiliki arti bahwa warga desa saling bertumpu untuk memeluk dan menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan, serta toleransi yang ada. Warga desa amat antusias dengan rancangan pembangunan desa yang telah didiskusikan bersama dengan tim kkn. Tahap evaluasi yang melibatkan persetujuan pembangunan tugu dan desain ikon telah selesai. Berikutnya dalam tahap pembangunan masih diusahakan oleh pihak tim kkn dan juga koordinator desa untuk mendapatkan validasi atas pembangunan infrastruktur desa. Rencana ini sangat didambakan serta harapan seluruh warga desa Balun.
Peresmian Desa Balun sebagai Desa Wisata Religi juga sudah dilaksanakan pada tanggal 27 April 2019, di Lapangan Desa Balun yang dihadiri oleh Bupati Lamongan, Bapak H. Fadeli, SH. MM serta rekan-rekan pemerintahan dan Rektor Universitas Bhayangkara, Bapak Brigjen. Pol (Purn) Drs. Edy Prawoto, SH., M.Hum. “Bedo Raginyo, sing penting Hidup Rukun" yang artinya meskipun berbeda-beda namun tetap hidup rukun dan saling mengasihi. Semboyan itu menjadi slogan bagi Desa Balun yang memiliki keberagaman agama dan budaya. Semboyan ini memiliki persamaan dengan salah satu prinsip Bhinneka Tunggal Ika yaitu, Prinsip Common denominator atau persamaan secara umum. Prinsip ini dapat diartikan sebagai modal masyarakat Indonesia bahwa setiap perbedaan pasti terdapat sebuah persamaan, sehingga tidak perlu diperdebatkan secara serius hingga menimbulkan konflik. Misalnya saja perbedaan antara agama yang ada di Indonesia, walaupun berbeda agama namun terdapat persamaan yaitu memiliki tuhan yang tunggal. Bukan hanya agama saja namun perbedaan lain seperti bahasa, suku, hingga kebudayaan tiap daerah di Indonesia memiliki sebuah persamaan.


Lamongan, 29 Maret 2020