Jagung manis merupakan salah satu komoditas sayuran paling popular
di Amerika Serikat dan Kanada. Konsumsi jagung manis juga mengalami peningkatan
di Asia, Eropa, dan Amerika Latin serta banyak negara lain, termasuk Indonesia.
Di Amerika Serikat, komoditas ini merupakan simbol musim panas. Konsumen sudah
mengetahui nama-nama varietas favorit yang akan ditanam. Ketika banyak warga
Amerika Serikat berpikir tentang jagung maka yang terpikirkan oleh mereka
adalah jagung manis. Jagung manis popular digunakan sebagai sayuran segar dan
olahan.
A.
Mengenal
Jagung Manis
Jagung manis
merupakan varietas botani dari jagung biasa atau jagung pakan atau jagung pipil
(field corn). Cara penulisan nama
latin jagung manis adalah Zea mays var.
saccharata Sturt. Sama dengan jagung pipil, jagung manis termasuk dalam family
Graminae (rerumputan).
Jagung manis termasuk
tanaman hortikultura walaupun secara morfologi tidak berbeda dibandingkan
dengan jagung pakan (field corn). Jagung
manis merupakan perkembangan dari jagung tipe flint (jagung mutiara) dan jagung tipe dent (jagung gigi kuda). Hal yang membedakan antara jagung manis
dengan jagung pakan adalah kandungan gulanya yang tinggi pada stadia masak susu
dan permukaan kernel yang menjadi transparan dan berkerut saat mengering. Komposisi
genetik pada jagung manis dan jagung tipe dent
hanya dibedakan oleh satu gen resesif. Gen ini mencegah perubahan gula
menjadi pati.
B.
Kaya Gizi dan
Sehat
Rasa manis
pada jagung manis disebabkan oleh kandungan gula yang tinggi pada endosperm. Selain
rasanya yang manis dan enak, jagung manis juga bermanfaat bagi kesehatan karena
kaya gizi, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk jagung rebus. Jagung manis
mengandung karbohidrat, lemak, protein, dan beberapa vitamin serta mineral.
Jagung manis
juga baik bagi kesehatan karena memiliki indeks glikemik (IG) rendah. Jagung manis
rebus dan tumis memiliki nilai indeks glikemik rendah, sedangkan jagung manis bakar
memiliki indeks glikemik sedang. Tingginya nilai indeks glikemik jagung manis
bakar dibandingkan dengan dua olahan lainnya disebabkan proses pengolahannya
menggunakan panas yang cukup tinggi dan dalam waktu lama. Proses pengolahan
seperti itu diperkirakan menyebabkan komponen karbohidrat pada jagung manis
bakar lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh sehingga menyebabkan respon
glikemik yang lebih tinggi.
Konsumsi jagung manis terus mengalami peningkatan, seiring dengan
pertambahan jumlah penduduk dan pola konsumsi. Untuk itu, prospek usaha jagung
manis cukup menjanjikan baik sebagai produsen, pedagang, maupun pembuat produk
olahan.
A.
Banyak Dicari
Prospek jagung manis cukup bagus sebagai bahan baku industri,
misalnya bahan dasar pembuatan sirup, gula jagung, pati jagung (maizena),
minuman sari jagung manis, susu, dan berbagai produk lainnya. Selain itu,
jagung manis umumnya dikonsumsi sebagai jagung rebus atau jagung kukus (steam) dengan atau tanpa diberi bahan
lain (berbagai rasa dan aroma), terutama bagi masyarakat di kota-kota besar. Jagung
manis dikonsumsi dalam bentuk jagung muda. Rasa manis dan enak disebabkan oleh
kandungan gula yang tinggi.
Permintaan jagung manis semakin meningkat seiring dengan munculnya
pasar swalayan, hotel, dan restauran di kota-kota besar. Selain itu, prospek
pasar luar negeri pun masih terbuka. Kebutuhan jagung manis untuk konsumsi
terus meningkat terutama di daerah perkotaan dan daerah pinggiran perkotaan
yang mendukung pariwisara.
B.
Modal Irit,
Laba Selangit
Permintaan dan harga jual yang tinggi merupakan faktor pendorong
bagi petani untuk dapat mengembangkan usahanya. Upaya pengembangan jagung manis
dapat dilakukan dengan pendekatan agribisnis, di mana semua aspek mulai dari
penyediaan sarana produksi hingga pemasarannya mendapat perhatian secara
proporsional. Pada sub-sistem usaha tani (on-farm
activities), petani biasanya dihadapkan pada kendala dalam perolehan modal
dan terbatasnya pasar. Pada sub-sistem agroindustri (off-farm activities), kendala yang biasanya dihadapi adalah
kesulitan dalam memperoleh bahan baku yang baik dan berkelanjutan. Kerja sama
keduanya sangat diperlukan. Petani dapat mengakses modal dan pasar dari agroindustri,
sedangkan agroindustri memperoleh bahan baku yang baik dan kontinu dari petani
binaan.
Syukur, M dan Azis Rifianto. 2016. Jagung Manis. Jakarta: Penebar Swadaya.