This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 16 Maret 2021

Tugas Rancangan Aplikasi dan Bisnis

Alasan memilih jus buah sebagai ide bisnis:

   Dimasa pandemi seperti sekarang ini masyarakat dianjurkan untuk selalu menjaga kesehatannya. Selain berolahraga, mengonsumsi makanan yang bergizi menjadi kebutuhan masyarakat saat ini. Salah satunya adalah rutin mengonsumsi buah dan sayur yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imun tubuh). Saat ini tingkat konsumsi buah-buahan dan sayuran menjadi prioritas utama masyarakat. Sejak diumumkan pertama kali adanya kasus infeksi covid-19, komoditas hortikultura khususnya permintaan sayur dan buah segar mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan demikian maka pasar domestik akan tetap berjalan meskipun terjadi perubahan ekonomi global sehingga akan menciptakan peluang bisnis tersendiri. Permintaan akan buah dan sayur yang saat ini semakin meningkat akan membuat petani banyak mendapatkan keuntungan. Selain mensejahterakan petani buah, masyarakat juga diuntungkan atau dengan kata lain kesehatannya dapat terjamin.

Di era new normal seperti sekarang ini diterapkan yang namanya gaya hidup social distancing. Dimana masyarakat berkeinginan untuk mengimboost immunity (meningkatkan imunitas). Selain itu perasaan selalu berasa di rumah juga menjadi suatu hal yang menyamankan. Dan online shopping pun menjadi hal yang tetap berlangsung. Pemenuhan boost imunity inilah yang menjadi peluang bisnis hortikultura. Dalam rangka pembatasan social yang diterapkan pemerintah inilah bisnis online shopping bergerak lincah. Adanya keinginan untuk kehidupan yang lebih baik inilah masyarakat berupaya untuk menyediakan gizi yang lebih baik demi menjaga kesehatan.

Dengan adanya ide bisnis jus buah akan meningkatkan pendapatan atau menstabilkan perekonomian yang dapat dilihat dari besarnya peluang yang ada. Peluang penjualan bisnis ini sangat menjanjikan, dimana dilihat dari keadaan dimasa pandemi seperti sekarang ini masyarakat akan sering mengonsumsi buah. Namun disini buah yang telah dibeli dari petani diubah menjadi suatu minuman yang dapat dinikmati kalangan umum. Jika terkadang seseorang yang kurang suka mengonsumsi buah namun membeli produk jus buah ini mungkin akan memberikan perubahan terhadap diri masing-masing. Dan dari petani buah sendiri akan menjadi dorongan atau motivasi dengan banyaknya permintaan akan produk usahataninya sehingga akan terus berupaya meningkatkan produksi.


Jumat, 22 Januari 2021

UJIAN AKHIR SEMESTER MANAJEMEN PEMASARAN

 MANAJEMEN PEMASARAN

"STRATEGI PEMASARAN BERAS MERAH ORGANIK"

Eva Nurhayati_180321100049_UAS Manajemen Pemasaran_A

1.   a. Segmenting: Segmentasi dari segi geografis disini meliputi penjualan pada tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi atau dapat dikatakan penjualan di seluruh Indonesia. Bahkan juga lebih baik lagi jika dapat melakukan ekspor ke luar negeri, sehingga produk lebih dikenal dan memperluas pangsa pasar. Untuk segi demografis produk ini dapat dikonsumsi dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa. Kemudian dari segi psikogafis produk ini layak dikonsumsi dari kalangan menengah ke atas dikarenakan harganya yang relatif mahal. Dan dari segi perilaku, produk ini memberikan banyak manfaat yang baik untuk kesehatan sehingga cocok untuk mereka yang membutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Adanya segmentasi tersebut maka harapannya dapat dilakukan dengan sesuai dan tepat sasaran.

b. Targeting: Dengan melakukan targeting disini memperhatikan mengenai data tentang penjualan terakhir, proyeksi laju pertumbuhan serta margin dari setiap segmen. Selain itu juga melihat pesaing dengan produk yang sama sehingga perusahaan dapat memperhitungkan ancaman untuk produk pengganti. Dalam targeting ini perusahaan harus mempunyai sasaran dimana denga memperhatikan sumber daya manusia dan keterampilan yang dimilikinya sehingga dapat mengembangkan produk.  

c. Positioning: Dalam positioning ini yang pertama ditentukan mengenai harga. Untuk harganya sendiri yaitu dengan harga pasaran dari beras merah organik sendiri, dan untuk kalangan menengah sampai ke atas. Brand dari produk ini juga terkenal di pasaran mengingat bahwa produk ini banyak diminati dengan melihat banyak manfaat yang diberikan.

2. a. Product (produk): Beras merah organik memiliki banyak sekali manfaat diantaranya untuk mengontrol diabetes, mencegah kanker, mencegah penyakit jantung, dll. Dengan banyaknya manfaat tersebut maka banyak sekali masyarakat yang mengincar produk ini. Oleh karena itu, perusahaan akan merancang dengan sebaik mungkin desain produk tersebut sehingga akan memanjakan para konsumen. Brand dari produk ini juga sangat terkenal dikalangan menengah keatas atau bagi mereka yang sering mengonsumsi. Perusahaan akan memberikan kualitas yang terbaik untuk memberikan kepuasan terhadap konsumen dan mencoba selalu mengembangkan produk tersebut dengan lebih baik lagi.

b. Price (harga): Penentuan harga yang dilakukan oleh perusahaan disini dipertimbangkan juga dengan kualitas produk. Apabila produk yang dihasilkan mempunyai kualitas tinggi maka membanderol harga yang tinggi tidaklah salah. Dikarenakan perusahaan juga harus mempertimbangkan jika terjadi kerugian. Kemudian harga juga dibandingkan dengan riset pasar sehingga perusahaan akan mempunyai gambaran mengenai harga yang memang pantas untuk ditetapkan.

c. Place (lokasi): Penentuan lokasi sangat penting dengan mempertimbangkan seorang pesaing. Perusahaan harus dapat menentukan lokasi yang sangat strategis demi kelancaran usaha tersebut. Dengan tepatnya pemilihan lokasi maka masyarakat akan mengetahui keberadaan perusahaan tersebut dengan mudah. Selain itu juga mencari lokasi yang dekat dengan pasar agar mempermudah dalam pemenuhan bahan baku. Dengan mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada di sekitar lokasi maka perusahaan nantinya tidak akan sulit memperluas pangsa pasar.

d. Promotion (promosi): Perusahaan harus rajin dan pandai dalam melakukan promosi sehingga beras merah organik yang diproduksi oleh perusahaa ini akan lebih dikenal oleh masyarakat. Perusahaan dapat melakukan promosi baik lewat periklanan, sales, ataupun dengan penjualan pribadi. Namun dengan promosi tersebut tentunya akan mengeluarkan biaya, oleh karena itu perusahaan juga harus mempertimbangkan semuanya untuk menekan biaya.

3. Poster Beras Merah Organik

4.  Analisis daya saing Beras Merah Organi di Pasar ASEAN

Liberalisasi perdagangan mampu menyebabkan semakin terbukanya kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan ekspor. Kegiatan ekspor yang tidak terlepas dari kebijakan pemerintah tidak bertujuan untuk memproteksi dan mengembangkan produk khususnya produk pertanian.  Permintaan pasar global akan beras organic semakin meningkat. Namun hal ini dihadapkan pada pesaing yang lebih dahulu melakukan ekspor yaitu Thailand dan Vietnam sebagai Negara pengekspor beras organic didunia. Namun adanya peluang dan hambatan yang dihadapi oleh Negara pengekspor tersebut dimanfaatkan oleh petani beras organic diprovinsi Jawa Barat yang berhasil ekspor ke Negara amerika serikat, jerman, Malaysia, singapura, belanda, italia dan dubai. Untuk tetap bertahan dalam pasar global perlu adanya peningkatan mutu produksi, meningkatkan efisiensi dan modernisasi dari hulu ke hilir, serta melakukan lobian untuk meng-ekspor beras merah organic ke Negara yang lebih luas lagi. Hal yang perlu diperhatikan ketika kita ingin mengimpor beras merah organic adalah:

a. Dari mana beras itu berasal

b. Bagaimana cara pengirimannya

c. Bagaimana mutunya

d. Bagaimana kemasannya

e. Apakah negaranya sudah memiliki izin ekspor impor atau belum

a

Jumat, 15 Januari 2021

Evaluasi Potensi dan Peluang Ekspor

Evaluasi Potensi dan Peluang Ekspor

Konsep Keunggulan Kompetitif dari Produk

Menurut David (2011), ketika perusahaan dapat melakukan sesuatu atau memiliki sesuatu yang diinginkan oleh kompetitor, maka perusahaan tersebut merepresentasikan keunggulan kompetitif. Menurut teori keunggulan kompetitif tersebut diketahui bahwa suatu perusahaan untuk menjadi lebih unggul dari perusahaan lainnya harus memiliki strategi-strategi tertentu dan memperhatikan kinerja perusahaan tersebut agar menjadi lebih meningkat setiap hari, setiap bulan, dan setiap tahunnya, apabila hal tersebut tercapai maka perusahaan tersebut memiliki keunggulan kompetitif. Karena penjelasan tersebut, maka teori ini penting untuk dipelajari dan diterapkan oleh semua perusahaan untuk meningkatkan daya saing.

Keunggulan Kompetitif dari Produk meliputi:

·         a. Biaya Produksi

·        b.  Kemasan

·        c.  Kualitas

·         d. Harga

Ciri-ciri Pasar Potensial dengan Pendekatan :

·         a. Menurut Pendekatan Permintaan:

      Berawal dari kemampuan yang dimiliki seorang wirausaha dalam memproduksi suatu barang, memberikan pelayanan yang baik, memahami tren di masyarakat.

·         b. Menurut Pendekatan Penawaran:

        Menekankan kebutuhan manusia yang belum dapat terpenuhi sepenuhnya. Contoh: Masyarakat desa yang pergi ke kota hanya untuk membeli pakaian

Ciri dan Teknis menentukan Ceruk Pasar

Ciri-ciri Ceruk Pasar antara lain :

·         a. Pelanggan dalam suatu ceruk memiliki kumpulan keutuhan yang berbeda

·         b. Bersedia membayar harga tambahan pada perusahaan yang paling memuaskan kebutuhan pelanggan

·         c. Ceruk tersebut tidak mungkin menarik pesaing lain

·         d. Perusahaan pengisi ceruk mendapatkan penghematan tertentu karena spesialisasi

·         e. Ceruk memiliki ukuran, laba, dan potensi pertumbuhan yang memadai

Teknis Menentukan Ceruk Pasar yaitu :

·         a. Market place : Memanfaatkan fitur pencarian dalam kategori ceruk pasar yang dipilih, ketik kata kunci lebih spesifik, lihat jumlah item yang dijual, manfaatkan fitur saringan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

·         b. Google Trend : Lihat volume pencarian menggunakan kata kunci, gunakan fitur pencarian popular, tentukan wilayah, jangka waktu dan kategori

Ciri-ciri produk yang marketable untuk Ekspor

·         a. Produk berkualitas terbaik

·        b.  Memiliki keuikan tersendiri

·         c. Sesuai kebutuhan dan permintaan calon konsumen

·          d. Strategi distribusi yang baik. Contoh: memilih kurir yg berkualitas

·         e. Melakukan promosi dengan baik

·         f. Harga yang sesuai agar bisa dijadikan acuan bagi perusahaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 07 Januari 2021

BAURAN PEMASARAN (PROMOTION)

 

Bauran Pemasaran (Promotion)

Konsep inti promosi

Bauran Promosi atau Promotion Mix adalah perpaduan beberapa alat promosi yang digunakan oleh perusahaan atau pemasar untuk meningkatkan permintaan barang dan jasa. Bauran Promosi ini pada dasarnya merupakan integrasi dari 4 Jenis Kegiatan Promosi, yaitu Periklanan, Promosi Penjualan, Penjualan Pribadi atau Penjualan Tatap dan Hubungan Masyarakat.

Bentuk-bentuk promosi

Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai keempat jenis kegiatan promosi tersebut:

  1. Periklanan (Advertising)

Periklanan berarti mengiklankan produk, layanan atau perusahaan dengan bantuan media tertentu seperti koran, majalah, televisi, radio, papan iklan atau media sosial. Periklanan ini membantu dalam menyebarkan kesadaran tentang perusahaan ataupun produk dan layanan tertentu.

  1. Promosi Penjualan (Sales Promotion)

Promosi penjualan menggunakan komunikasi pemasaran media dan non-media untuk waktu terbatas yang telah ditentukan sebelumnya untuk meningkatkan permintaan konsumen, merangsang permintaan pasar atau meningkatkan ketersediaan produk. Promosi Penjualan atau Sales Promotion ini biasanya menggunakan cara pemberian insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan produk ataupun layanan.

  1. Penjualan Pribadi atau Penjualan Tatap Muka (Personel Selling)

Penjualan Pribadi atau Personel Selling merupakan salah satu alat promosi tradisional di mana penjual akan berinteraksi langsung dengan pelanggan dengan cara mengunjungi konsumen atau calon pelanggan mereka yang bertujuan untuk mempengaruhi konsumen atau calon pelanggannya ini untuk membeli produk atau layanan mereka.

  1. Hubungan masyarakat (Public Relation)

Hubungan masyarakat atau Public Relation adalah praktik mengelola penyebaran informasi antara individu atau organisasi (seperti bisnis, lembaga pemerintah atau organisasi nirlaba) dan publik.

Pemilihan media iklan

Ada beberapa cara untuk menentukan tujuan periklanan, yaitu:

  1. Inventory Approach.

Dalam pendekatan ini, tujuan periklanan ditentukan dari kumpulan berbagai tujuan perusahaan yang dilihat dari seluruh sudut pandang pemasaran perusahaan. Dengan demikian pemasar dapat menyadari bahwa ada banyak tujuan berbeda yang bisa ditekankan dalam periklanan dan pemilihan tujuan hendaknya mempertimbangkan tujuan pemasaran lainnya. Kelemahan dari pendekatan ini adalah tujuan dapat dipilih mungkin tidak feasible atau malah bertentangan.

  1. Hierarchy Approach

Pendekatan ini didasarkan pada dugaan bahwa sebelum membeli produk, pelanggan melewati tahapan – tahapan variable psikologis. Oleh karena itu tujuan periklanan haruslah meggerakkan tahapan – tahapan tersebut dalam suatu hirarki. Tujuan periklanan misalnya menarik perhatian awal pelanggan, persepsi, lalu perhatian yang lebih besar dan minat membeli. Atau dapat pula mempengaruhi pemahaman, perasaan, emosi, motivasi, keyakinan, minat, keputusan, citra, asosiasi, ingatan dan pengenalan pelanggan.

  1. Attitudinal Approach

Pendekatan ini menyarankan agar sasaran tujuan periklanan adalah mempengaruhi struktur sikap. Tujuan – tujuan periklanan dapat berupa sebagai berikut :

·         Mempengaruhi dalam pemilihan kriteria untuk mengevaluasi merek dari kelas produk tertentu

·         Menambah karakteristik pada hal – hal yang dianggap menonjol pada kelas produk.

·         Mengubah persepsi terhadap merek pada beberapa karakteristik prosuk tertentu.

·         Mengubah persepsi terhadap merek yang bersaing pada beberapa karakteristik produk tertentu.

Pendekatan ini adalah penyempurnaan dari pendekatan hirarki, dimana pendekatan ini berupaya menghubungkan tujuan periklanan dengan tujuan pemasaran. Tugas – tugas periklanan tersebut selanjutnya bisa dipakai untuk menentukan tujuan media.

Secara umum media yang tersedia dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Media cetak

Yaitu media yang statis dan mengutamakan pesan – pesan dengan sejumlah kata, gambar, atau foto baik dalam tata warna maupun hitam putih. Jenis – jenis media cetak terdiri atas: Surat kabar, majalah, tabloid, brosur, selebaran, dll.

  1. Media elektornik

Yaitu media dengan teknologi elektronik dan hanya bisa digunakan bila ada jasa transmisi siaran. Jenis – jenis media elektronik terdiri atas: Televisi, radio.

  1. Media luar ruangan

Yaitu media iklan yang dipasang di tempat – tempat terbuka seperti di pinggir jalan, di pusat keramaian. Jenis – jenis media luar ruangan terdiri atas: Billboard, baliho, poster, spanduk, umbul – umbul, balon raksasa

  1. Media lini bawah

Yaitu media – media minor yang digunakan untuk mengiklankan produk. Jenis – jenis media lini bawah terdiri atas: pameran, direct mail, Point of Purchase, Merchandising Schemes, kalender.

Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk promosi

  1. Jenis pasar produk

Tingkat pemanfaatan alat promosi bervariasi antara pasar konsumen dan pasar industri. Pada perusahaan barang konsumsi akan lebih memusatkan pada promosi penjualan, periklanan, penjualan perorangan dan hubungan masyarakat, sesuai dengan urutannya. Sedangkan perusahaan industri akan lebih memusatkan pada penjualan perorangan, promosi penjualan, periklanan dan hubungan masyarakat.

  1. Strategi dorong lawan strategi tarik

Bauran promosi sangat dipengaruhi oleh apakah perusahaan memilih strategi dorong atau strategi menarik untuk menciptakan penjualan. Pada strategi dorong, penjualan perorangan dan promosi penjualan yang lebih diperhatikan sedang pada strategi tarik, periklanan dan promosi kepada konsumen akan lebih berperan.

  1. Kesiapan tahap pembeli

Alat-alat promosi memiliki efektivitas biaya yang berbeda pada berbagai tingkat kesiapan pembeli. Periklanan dan publisitas memiliki peranan dalam tahap membangun kesadaran. Pengertian pelanggan akan dipengaruhui oleh penjualan perorangan. Sedangkan pemesanan dan pemesanan kembali akan dipengaruhi oleh penjualan perorangan dan promosi penjualan. Jadi pada tahap-tahap awal dari proses keputusan pembeli, periklanan dan publisitas akan lebih berperan dan pada tahap-tahap akhir, penjualan perorangan dan promosi penjualan lebih efektif.

Strategi promosi dengan melihat siklus hidup produk

a.       Tahap Perkenalan

Dalam tahap memperkenalkan produk baru, dapat menentukan tinggi rendahnya suatu variabel dalam pemasaran, seperti harga dan promosi yang dilakukan. Ada empat strategi yang bisa di pilih yakni:

  1. Strategi Peluncuran Cepat (Rapid Skimming)

Rapid skimming adalah peluncuran (launching) produk baru dengan harga dan level promosi yang tinggi.

  1. Strategi Peluncuran Lambat (Slow Skimming)

Slow skimming adalah peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi yang dilakukan.

  1. Strategi Penetrasi Cepat (Rapid-Penetration)

Rapid-penetration adalah peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi yang besar.

  1. Strategi Penetrasi Lambat (Slow-Penetration)

Slow-penetration adalah peluncuran produk dengan harga rendah dan promosi yang juga rendah.

b.      Tahap Pertumbuhan

Tahap ini bisa dilihat dengan adanya peningkatan penjualan, yang ditandai semakin banyaknya jumlah konsumen, ada pesaing baru yang masuk ke pasar, harga bertahan atau bahkan sedikit turun, dan laba yang meningkat. Untuk mempertahankan pertumbuhan selama mungkin, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Meningkatkan kualitas produk, menambah ciri khas produk, menambah fitur-fitur, dan memperbaiki desain atau modelnya.
  • Menambah varian baru dari produk yang sudah ada, misalnya dengan ukuran yang berbeda, rasa baru, dan sebagainya. Tujuannya untuk melindungi eksistensi produk utama.
  • Masuki segmen pasar baru.
  • Meningkatkan jangkauan melalui channel baru.
  • Gunakan iklan yang menunjukkan nilai (value) dari produk Anda, sehingga audiens memiliki alasan untuk membeli produk Anda.
  • Menurunkan harga agar bisa dijangkau lebih banyak konsumen.

c.       Tahap Kedewasaan

Tahap ini ditandai dengan tingkat penjualan yang melambat, stagnan, atau bahkan menurun

d.      Tahap Penurunan

Tahap ini adalah kondisi ketika mempertahankan produk di pasar justru menjadi beban bagi perusahaan dan karyawan. Beberapa penyebabnya adalah alasan teknologi, pergeseran selera konsumen, dan meningkatnya persaingan. Yang dapat dilakukan yaitu:

  • Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat pasar
  • Mengurangi investasi dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan
  • Menjual aset

 

 

 

Kamis, 31 Desember 2020

BAURAN PEMASARAN (PRICE)

 

BAURAN PEMASARAN – HARGA (Price)

    Harga adalah suatu nilai yang dinyatakan dalam bentuk rupiah guna pertukaran/transaksi atau sejumlah uang yang harus  dibayar konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa.

Tujuan penetapan harga:

  1. Tujuan yang Berorientasi pada Laba

Meliputi dua pendekatan yaitu maksimalisasi laba (asumsi teori ekonomi klasik) dan target laba. Pendekatan maksimalisasi laba menyatakan bahwa perusahaan berusaha untuk memilih harga yang bisa menghasilkan laba/keuntungan yang paling tinggi.

  1. Tujuan yang berorientasi pada volume (volume pricing objectives)

Harga ditetapkan sedemikian rupa agar dapat mencapai target penjualan, nilai penjualan atau pangsa pasar. Tujuan ini biasanya dilandaskan strategi mengalahkan atau mengatasi persaingan.

  1. Tujuan yang berorientasi pada citra

Citra perusahaan dapat dibentuk melalui strategi pentapan harga. Penetapan harga, baik itu penetapan harga tinggi maupun penetapan harga rendah bertujuan untuk meningkatkan persepsi konsumen terhadap keseluruhan bauran produk yang ditawarkan perusahaan.

  1. Tujuan Stabilisasi Harga

Dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dengan harga pemimpin industry (industry leader).

Faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga

a.       Faktor Lingkungan Internal:

  1. Tujuan Pemasaran perusahaan

Faktor ini merupakan utama dalam menetapkan harga. Tujuan ini meliputi maksimalisasi laba, mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, meraih pangsa pasar yang besar, menciptakan kepemimpinan dalam kualitas, mengatasi persaingan, melaksanakan tanggung jawab sosial dan lain-lain.

  1. Strategi Bauran Pemasaran

Harga harus dikoordinasikan dan saling mendukung dengan bauran pemasaran yang lain yaitu produk, distribusi dan promosi.

  1. Biaya

Biaya merupakan faktor utama yang menentukan harga minimal yang harus ditetapkan perusahaan agar tidak mengalami kerugian

  1. Organisasi

Manajemen perlu memutuskan siapa dalam organisasi yang harus menetapkan harga. Setiap perusahaan menangani masalah penetapan harga menurut caranya masing-masing.

b.      Faktor Lingkungan Eksternal:

  1. Pengaruh dari struktur pasar yang dihadapi

Persaingan murni (pasar tradisional) dan sempurna (informasi lebih luas, supermarket) ciri-ciri: banyak pembeli dan penjual, tidak ada yang bisa mempengaruhi harga, pembeli dan penjual merupakan pihak yang mengikuti harga (price market), tidak ada hambatan untuk masuk pasar, mobilitas faktor produksi/jasa sangat tinggi.

  1. Persaingan

Kekuatan pokok yang berpengaruh dalam persaingan suatu industri, yaitu persaingan dalam industri yang bersangkuttan, produk substitusi, pemasok, pelanggan dan ancaman pendatang baru.

  1. Unsur-unsur lingkungan eksternal yang lain

Selain faktor-faktor diatas, perusahaan juga perlu mempertimbangkan faktor lain seperti kondisi ekonomi (kepedulian terhadap lingkungan) dan kebijakan/peraturan pemerintah.

Metode Penetapan Harga

  1. Metode penetapan harga berbasis permintaan

a.      Skimming pricing

Strategi ini dilakukan dengan menetapkan harga yang tinggi pada suatu produk dan dilengkapi dengan gencarnya aktivitas promosi.

b.      Penetration pricing

Dalam strategi ini harga ditetapkan relatif rendah pada tahap awal,, dengan tujuan untuk  meraih pangsa pasar yang besar dan sekaligus menghambat masuknya para pesaing. Dengan harga yang rendah perusahaan akan mampu mengupayakan tercapainya skala ekonomis dan menurunya biaya per unit.

c.       Prestige pricing

Harga dapat digunakan oleh pelanggan sebagai ukuran kualitas atau prestise suatu barang/jasa. Bila harga diturunkan sampai tingkat tertentu maka permintaanya juga akan turun. Dalam metode ini harga ditetapkan pada tingkat yang tinggi sehingga konsumen yang sangat peduli dengan statusnya akan tertarik dengan produk kemudian membelinya.

d.      Price lining

Digunakan bila perusahaan menjual lebih dari satu produk. Harga untuk lini produk tersebut bias bervariasi dan ditetapkan pada tingkat harga tertentu yang berbeda.

e.       Odd-Even Pricing

Cara ini kurang bisa mengenai sasaran, namun bila menyangkut satuan dan kuantitas yang besar serta dikaitkan dengan berbagai macam produk lainya, maka hasilnya menjadi lebih efektif.

f.        Demand-Backward pricing

Cara ini dilakukan dengan cara mula-mula perusahaan memperkirakan suatu tingkat harga yang bersedia dibayar konsumen untuk produk-produk yang relatif mahal, kemudian menentukan margin yang harus dibayarkan kepada retailer dan wholesaler, setelah ittu baru menentukan harga jualnya.

g.      Bundle pricing

Cara ini merupakan cara pemasaran dua atau lebih produk dalam satu harga paket.

  1. Metode Penetapan Harga Berbasis Biaya

a.      Standart Mark-up Princing

Dalam cara ini harga ditentukan dengan cara menambahkan presentase tertentu dari biaya pada semua aitem pada suatu kelas produk.

b.      Cost Plus Percentage of Cost Princing

Dalam cara ini perusahaan menambah presentase tertentu terhadap biaya produksi atau konstruksi. Cara ini sering digunakan untuk menentukan harga satu item atau beberapa item.

c.       Cost Plus Fixed Fee Pricing

Cara ini banyak digunakan untuk produk-produk yang sifatnya sangat ternikal, seperti mobil atau pesawat. Dalam cara ini pemasok atau produsen akan mendapatkan ganti atas semua biaya yang dikeluarkan berapapun besarnya tetapi produsen hanya memperoleh bayaran tertentu sebagai laba yang besarnya tergantung pada biaya final proyek tersebut yang disepakati bersama.

d.      Experience Curve Pricing

Cara ini dikembangkan atas dasar efek belajar yang menyatakan bahwa unit cost barang dan jasa akan menurun antara 10 hingga 30% untuk setiap peningkatan sebesar dua kali lipat dari pengalaman perusahaan dalam memproduksi dan menjual barang dan jasa tersebut.