Jumat, 13 September 2019

Kepergian Nenek

KEPERGIAN NENEK

       Dingin malam ini membuat pori-pori bergetar. Ku duduk di sofa ruang tamu dengan nenek. Ketika tangan ini menggenggam secuil roti, nenek pun menginginkannya. Namun mustahil jika seseorang meminta sesuatu dariku.
      Pagi hari terdengar suara kicauan burung merdu. Hari ini nenek jatuh sakit. Aku diminta untuk menjaganya. Namun ku pergi meninggalkannya untuk mengayuh pedal keliling desa. Kubiarkan  ibu yang merawatnya. Siang hari terik matahari begitu menusuk kulit. Aku pulang dengan perasaan yang aneh, seperti akan ada api yang melahap rumahku.

        Sore hari, sakit nenek bertambah parah dan dilarikan ke Rumah Sakit. Aku ditinggal sendiri untuk menjaga rumah. Pukul 2 pagi kudengar seseorang mengetuk pintu. Ketika kubuka, ternyata paman memberi kabar dari ibu. “Nenek sudah tiada nak”, ucapnya. Tanpa sengaja air mata ini mengalir deras. Tak disangka nenek pergi begitu cepat. Aku bahkan belum sempat meminta maaf atas perlakuanku padanya selama ini. Bahkan pantaskah diriku disebut sebagai seorang cucu?



13 September 2019

0 komentar:

Posting Komentar