Selasa, 05 Maret 2019

BMI - JAGUNG MANIS


JAGUNG MANIS

Jagung manis merupakan salah satu komoditas sayuran paling popular di Amerika Serikat dan Kanada. Konsumsi jagung manis juga mengalami peningkatan di Asia, Eropa, dan Amerika Latin serta banyak negara lain, termasuk Indonesia. Di Amerika Serikat, komoditas ini merupakan simbol musim panas. Konsumen sudah mengetahui nama-nama varietas favorit yang akan ditanam. Ketika banyak warga Amerika Serikat berpikir tentang jagung maka yang terpikirkan oleh mereka adalah jagung manis. Jagung manis popular digunakan sebagai sayuran segar dan olahan.
A.      Mengenal Jagung Manis
Jagung manis merupakan varietas botani dari jagung biasa atau jagung pakan atau jagung pipil (field corn). Cara penulisan nama latin jagung manis adalah Zea mays var. saccharata Sturt. Sama dengan jagung pipil, jagung manis termasuk dalam family Graminae (rerumputan).
      Jagung manis termasuk tanaman hortikultura walaupun secara morfologi tidak berbeda dibandingkan dengan jagung pakan (field corn). Jagung manis merupakan perkembangan dari jagung tipe flint (jagung mutiara) dan jagung tipe dent (jagung gigi kuda). Hal yang membedakan antara jagung manis dengan jagung pakan adalah kandungan gulanya yang tinggi pada stadia masak susu dan permukaan kernel yang menjadi transparan dan berkerut saat mengering. Komposisi genetik pada jagung manis dan jagung tipe dent hanya dibedakan oleh satu gen resesif. Gen ini mencegah perubahan gula menjadi pati.
B.      Kaya Gizi dan Sehat
Rasa manis pada jagung manis disebabkan oleh kandungan gula yang tinggi pada endosperm. Selain rasanya yang manis dan enak, jagung manis juga bermanfaat bagi kesehatan karena kaya gizi, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk jagung rebus. Jagung manis mengandung karbohidrat, lemak, protein, dan beberapa vitamin serta mineral.
Jagung manis juga baik bagi kesehatan karena memiliki indeks glikemik (IG) rendah. Jagung manis rebus dan tumis memiliki nilai indeks glikemik rendah, sedangkan jagung manis bakar memiliki indeks glikemik sedang. Tingginya nilai indeks glikemik jagung manis bakar dibandingkan dengan dua olahan lainnya disebabkan proses pengolahannya menggunakan panas yang cukup tinggi dan dalam waktu lama. Proses pengolahan seperti itu diperkirakan menyebabkan komponen karbohidrat pada jagung manis bakar lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh sehingga menyebabkan respon glikemik yang lebih tinggi.
Konsumsi jagung manis terus mengalami peningkatan, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan pola konsumsi. Untuk itu, prospek usaha jagung manis cukup menjanjikan baik sebagai produsen, pedagang, maupun pembuat produk olahan.
A.      Banyak Dicari
Prospek jagung manis cukup bagus sebagai bahan baku industri, misalnya bahan dasar pembuatan sirup, gula jagung, pati jagung (maizena), minuman sari jagung manis, susu, dan berbagai produk lainnya. Selain itu, jagung manis umumnya dikonsumsi sebagai jagung rebus atau jagung kukus (steam) dengan atau tanpa diberi bahan lain (berbagai rasa dan aroma), terutama bagi masyarakat di kota-kota besar. Jagung manis dikonsumsi dalam bentuk jagung muda. Rasa manis dan enak disebabkan oleh kandungan gula yang tinggi.
Permintaan jagung manis semakin meningkat seiring dengan munculnya pasar swalayan, hotel, dan restauran di kota-kota besar. Selain itu, prospek pasar luar negeri pun masih terbuka. Kebutuhan jagung manis untuk konsumsi terus meningkat terutama di daerah perkotaan dan daerah pinggiran perkotaan yang mendukung pariwisara.
B.      Modal Irit, Laba Selangit
Permintaan dan harga jual yang tinggi merupakan faktor pendorong bagi petani untuk dapat mengembangkan usahanya. Upaya pengembangan jagung manis dapat dilakukan dengan pendekatan agribisnis, di mana semua aspek mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pemasarannya mendapat perhatian secara proporsional. Pada sub-sistem usaha tani (on-farm activities), petani biasanya dihadapkan pada kendala dalam perolehan modal dan terbatasnya pasar. Pada sub-sistem agroindustri (off-farm activities), kendala yang biasanya dihadapi adalah kesulitan dalam memperoleh bahan baku yang baik dan berkelanjutan. Kerja sama keduanya sangat diperlukan. Petani dapat mengakses modal dan pasar dari agroindustri, sedangkan agroindustri memperoleh bahan baku yang baik dan kontinu dari petani binaan.  


Syukur, M dan Azis Rifianto. 2016. Jagung Manis. Jakarta: Penebar Swadaya.
 

47 komentar:

  1. Terima kasih min,,,,pelajaran baru nih πŸ™

    BalasHapus
  2. Terima kasih kak, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  3. Sangat bermanfaat sekali πŸ‘

    BalasHapus
  4. Bagus artikelnya.. Ditambah gambar jagung dan produk olahannya biar makin lengkap infonya

    BalasHapus
  5. Sangat membantu, kembangkan lagi kak πŸ‘

    BalasHapus
  6. Sangat membantu, terimakasih

    BalasHapus
  7. Bagus sekali artikelnya,sangat membantu 😊

    BalasHapus
  8. Makasih infonya, sangat membantu..nice

    BalasHapus
  9. Rajin2 posting ya πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  10. Berguna untuk agribisnis kedepannya

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah, bermanfaat dan menambah wawasan😊

    BalasHapus